fbpx
Ekonomi Bagi Sang Kyai

Ekonomi Bagi Sang Kyai

Ada kisah yang unik dan menarik di Pesantren Tebuireng saat diasuh KH Hasyim Asy’ari, sang pendiri NU. Beliau meliburkan kegiatan mengaji pada hari Selasa, karena beliau memiliki usaha di berbagai tempat. Ini gambaran bahwa beliau memiliki perhatian khusus pada bidang ekonomi. Fakta ini disampaikan oleh cucu beliau yang juga Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Salahuddin Wahid (almarhum).

“Wahai putra-putra bangsa yang cerdik-pandai dan para ustadz yang mulia, mengapa kalian tidak mendirikan suatu badan usaha di setiap kota dan otonom, untuk menghidupi para pendidik dan mencegah laju kemaksiatan,” kurang-lebih inilah seruan KH Hasyim Asy’ari suatu ketika. Itu adalah seruan entrepreneurship dari KH Hasyim Asy’ari. Selain itu, beliau juga seorang nasionalis. Ia bersama ulama-ulama lainnya sempat mempelopori Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 dalam rangka mengusir penjajah.

Bagaimana dengan pendiri Muhammadiyah?

KH Ahmad Dahlan selain pendiri Muhammadiyah, juga dikenal sebagai wirausahawan yang berhasil dengan bisnis batiknya  yang saat itu merupakan komoditas yang cukup diminati masyarakat. Ia sebagai entrepreneur kemudian mendirikan penerbitan buku dan majalah. Alhamdulillah, saya bersama mitra-mitra pernah berziarah ke makam KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan. Jelas, beliau-beliau adalah entrepreneur. Kyai yang entrepreneur. Entrepreneur yang kyai. Komplit.

Sudah sepantasnya kita mengikuti dan meneladani. Ayo dagang, ayo bisnis! Dan gak usah malu! Bangga mestinya. Kenapa bangga? Pertama, karena telah mengikuti sang teladan. Kedua, karena telah membuka lapangan kerja, setidaknya buat dirinya sendiri.

Mau Jadi Mitra Bisnis Ippho Santosa 0815.6666.026

Pernah Blusukan

Pernah Blusukan

Di IG, barusan saya posting tentang blusukan. Tapi di sini, insya Allah saya akan bahas lebih mendalam. Terutama dari sisi bisnis dan leadership. Semoga bermanfaat ya…..

Menurut saya, blusukan itu bagus. Bukankah Umar bin Khattab telah memberikan contoh? Dan baiknya sang leader itu blusukan sesekali, bukan setiap hari. Kalau sepanjang hari, setiap hari, pada akhirnya sang leader nggak punya waktu lagi untuk hal-hal yang lebih strategis……

Jadi, blusukan itu:
– Sesekali, bukan setiap hari
– Lebih kenal dan lebih empati
– Bicara dari hati ke hati
– Menyamakan visi dan misi
– Silaturahim dengan keluarga inti

Manfaat yang paling membekas bagi saya ketika blusukan ke rumah mitra-mitra adalah lebih mengenal dan lebih berempati. Berada di rumah mereka, sedikit-banyak saya bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Karena manfaat itulah, sebelum pandemi, saya rutin blusukan ke rumah mitra-mitra…..

Ini nggak main-main. Saya lihat kawasan tempat mereka tinggal. Pas masuk, saya lihat perabot-perabotnya. Saya lihat juga wajah anak-anak dan orangtuanya. Masya Allah. Jelas, saya bisa merasakan perjuangan dan kerja keras mereka…..

Saya pun blusukan ke mana-mana. Mulai dari Medan, Pantai Cermin, Bukittinggi, Matur, Depok, Bekasi, Cibinong, Bogor, Sukabumi, Karawang, Cikarang, Cikampek, Pamulang, Karawaci, Tegal, Cirebon, Purwokerto, Gunung Kidul, Klaten, Solo, Sragen, Madiun, Sidoarjo, Kediri, Jember, sampai ke berbagai titik di Jakarta…..

Nggak semua rumah yang saya kunjungi, saya posting di IG. Nggak semua. Banyak lagi yang lain. Kalau dari segi jarak, rata-rata yah jauh. Lelah? Memang lelah, tapi insya Allah menyenangkan dan mudah-mudahan mengundang berkah…..

Alhamdulillah, pas di rumah mereka, saya jadi tahu barang mana yang laku, barang mana yang nggak laku (produk-produk lain). Saya juga tahu kendala-kendala para distributor di lapangan. Agar nggak terjadi penumpukan stok, salah satu saran saya kepada mereka adalah fokus. Jangan lagi palugada…..

Alhamdulillah, sejak dipraktekkan, ini sangat berdampak pada kehidupan mereka. Nafkah mereka jadi jauh lebih baik. Kesibukan pun turun drastis. Setidaknya, dengan bertamu ke rumah mereka, saya berusaha lebih mengenal mereka dan membersamai perjuangan mereka. Insya Allah…..

Jangan sampai saya jadi leader yang cuma peduli sama profit doang. Tapi sama mitra, nggak peduli sama sekali. Ya Allah, jangan sampai seperti itu. Memang ikhtiar saya ini masih jauh dari sempurna. Namun saya coba berbenah. Terus-menerus berbenah…..

Untuk tim. Untuk semua. Bismillah…..

Mau Jadi Mitra Bisnis Ippho Santosa 0815.6666.026

Mobil Impian

Mobil Impian

Benarkah sebagian mitra-mitra saya berhasil beli mobil? Apa saja yang mereka lakukan sehingga akhirnya bisa beli mobil? Izinkan saya menyampaikan semua apa adanya. Begini. Mereka sebenarnya orang biasa. Sama seperti saya, orang biasa. Boleh dibilang belum terlalu lama kami bermitra. Yang jelas, kami saling mendukung satu sama lain. Berjuang bersama. Bertumbuh bersama. Bahkan travelling bersama. Lanjutkan membaca →

Badai Pastai Berlalu, Cicilan Belum Tentu

Badai Pastai Berlalu, Cicilan Belum Tentu

Badai pandemi insya Allah pasti berlalu. Tapi kita belum tahu kapan berlalunya. Jujur, menurut saya, sepertinya badai belum segera berlalu di negeri ini. Daripada menyalah-nyalahkan pemerintah dan menyesali keadaan, lebih baik beradaptasi. Ya, menyesuaikan diri. Termasuk dalam mencari nafkah dan membayar cicilan. Lanjutkan membaca →

Tujuh Peran Suami Yang Sering Terlupakan

Tujuh Peran Suami Yang Sering Terlupakan

Setiap suami harus baca tulisan ini! Jujur, hati saya sering panas saat mendengar kabar bagaimana seorang suami lalai soal tanggung-jawabnya terhadap istri. Kurang menafkahi. Kurangi melindungi. Bahkan ada juga yang nggak menafkahi dan main tangan ke istri. Duh!

Ingat. Suami itu pemimpin, panafkah, pelindung, penanggung-jawab, pendidik, teladan, dan kebanggaan. Nggak mudah jadi suami. Ada tujuh perannya. Di akhirat nanti, yang pertama ditanya dan yang bertanggung-jawab adalah suami.

JIKA peran sebagai pemimpin, panafkah, pelindung, penanggung-jawab, pendidik, teladan, dan kebanggaan ini tidak dilaksanakan, jangan heran kalau anak dan istri akan berkurang rasa hormatnya. Bahkan berkurang juga ketaatannya. Pas hisab nanti, bermasalah. Berat!

Husband is Hero (H = H).

Father is Fighter (F = F).

Begini. Dalam penafkahan, bukan jumlah uang yang utama, TAPI kesungguhan suami dalam menafkahi dan melindungi. Sekali lagi, kesungguhan. Bantu share tulisan ini ya. Maaf, zaman sekarang banyak suami yang kurang sungguh-sungguh dalam mencari nafkah.

Padahal penafkahan 100% berada di pundak suami. Ya, tanggung-jawab suami.,Termasuk juga soal melindungi, itu juga tanggung-jawab suami. Hei, harus ada rasa MALU! Tunjukkan tanggung-jawabmu!

Mau Jadi Mitra Bisnis Ippho Santosa 0815.6666.026

Passion, Perlukah ?

Passion, Perlukah ?

Satu hal yang harus kita ingat, menafkahi keluarga itu wajib, mengikuti passion cuma mubah. Bertanggung-jawablah. Jangan sampai kita kehilangan arah atau salah langkah…..

Bisnis sesuai passion, bolehkah? Boleh. Silakan. Tapi nggak harus. Tentu, sangat menyenangkan kalau kita bisa melakukan sesuatu yang kita sukai, kita kuasai, dunia butuhkan, dan kita dibayar. Konsep ikigai juga ngebahas itu. Tapi, jujur aja, nggak semua orang sampai di tahap itu….. Lanjutkan membaca →

Dagang Sana, Gak Usah Malu

Dagang Sana, Gak Usah Malu

Ada kisah yang unik dan menarik di Pesantren Tebuireng saat diasuh KH Hasyim Asy’ari, sang pendiri NU. Beliau meliburkan kegiatan mengaji pada hari Selasa, karena beliau memiliki usaha di berbagai tempat.

Ini gambaran bahwa beliau memiliki perhatian khusus pada bidang ekonomi. Fakta ini disampaikan oleh cucu beliau yang juga Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Salahuddin Wahid (almarhum). Lanjutkan membaca →

Hidup Hemat

Hidup Hemat

Seperti yang kita tahu, badai pandemi kayaknya belum segera berlalu. Saya berpesan, perhatikan kondisi keuangan kita. Selain aktif menjual, ada baiknya juga kita hidup hemat. Sekali lagi, hidup hemat. Simak tips berikut. Lanjutkan membaca →

Time Effect

Kapan waktu yang tepat untuk presentasi? Menarik nih. Coba perhatikan! calon pembeli, baik online maupun tatap muka tidak boleh langsung masuk ke bagian proses penawaran. Harus ada bagian pra-presentasi, dimana memungkinkan kita untuk membangun interaksi, nama lainnya basa-basi. Jika ini sudah dilewati barulah masuk ke bagian penawaran. Lanjutkan membaca →

Nabi Muhammad itu Santun, Supel, dan Sabar.

Nabi Muhammad itu Santun, Supel, dan Sabar.

Nabi tidak menyebut yang lain sebagai murid. Alih-alih begitu, Nabi menyebutnya sebagai sahabat. Ya, sebagai sahabat. Nyaman dengarnya. Ada kesetaraan di sini. Ada pemuliaan di sini.

Cukupkah sampai di situ? Nggak juga. Nabi pun membaur dengan mereka. Supel. Tanpa gap. Duduk bersama, makan bersama, berjuang bersama. Walhasil sahabat merasa di-wong-kan dan diberdayakan.

Begitulah, Nabi itu santun dan supel.

Bukan itu saja. Pesan-pesan kebenaran, beliau sampaikan dengan sejuk. Dengan sabar. Nggak marah-marah. Semoga jadi pelajaran bagi kita saat menyampaikan pesan-pesan kebenaran.

Terkadang sebagian kita mudah kehilangan kesabaran saat menyerukan kebenaran (baca: dakwah). Kita berharap orang berubah seketika. Padahal di sisi lain kita tahu persis bahwa apa-apa itu perlu proses.

Ingat, Allah pun maha penyabar.

Kalau seorang manusia terus-menerus berbuat salah, mungkin orang lain akan bosan sama dia. Tapi, Allah beda. Allah maha pemurah, Allah maha pengampun. Jangan sampai kita berputus-asa dari rahmat-Nya.

Selagi kita dikasih umur, berarti kita dikasih kesempatan untuk memperbaiki diri, insya Allah. Menariknya, saat kita berusaha memperbaiki diri, Allah akan memperbaiki urusan-urusan kita. Yakin.

Kembali ke tugas kita sebagai hamba. Silakan menyampaikan pesan-pesan kebenaran. Itu kegiatan dan kesibukan yang sangat mulia. Tapi sampaikanlah dengan sabar, seperti muatan Surah Al-Asr.

www.beepro.org